image
Helen's Blog (^^)/
image image image image
Senin, 15 Desember 2008

here's a thought...

government is based on the word govern that is - from oxford learner's dictionary - legally control and run a country, city, etc.
and government itself is - again, from oxford learner's dictionary - group of people who govern a country or state.

In Indonesia, the word government refers to pemerintah that is if being translated to English, means group of people who give order or command.
If it so, then there should be the object with lower degree position to receive and carry out the order/command, which iiiiss... the community/people of this country (masyarakat)..

that's why they (pemerintah) are very calm...


sometimes come in a little discussion... determine which thing's important (mine or mine?.. hehe)



well, that's okay because they just giving order... and the most of all, we are "fine" with it because they are our PEMERINTAH...

Nah.. that's all folks (^^)v
btw, all those pictures sourced from google, thanks goog.

22.27

Senin, 01 Desember 2008

Alkisah dua insan anak manusia Nunu dan Nini.

Nunu dan Nini diciptakan satu untuk yang lainnya sehingga mereka saling melengkapi.

Nunu mencintai Nini dan ia selalu menyayangi Nini. Nini sangat sayang pada Nunu dan ia sangat mengagumi Nunu. Bagi Nunu, Nini adalah pelipur lara dan belahan jiwanya. Bagi Nini, Nunu adalah seseorang yang mengajarkannya merasakan perasaan hangat yang menjalari tubuh ketika mencintai seseorang.

Nunu dan Nini sangat akrab, Nunu dan Nini tidak pernah bertengkar, hanya kadang ”enggak enakan”.

Nunu, entah karena apa, tidak pernah mempermasalahkan sikap Nini, dipendamnya saja dalam hatinya dan tidak dipikirkan lagi. Nini, entah karena apa, menjadi sangat sensitif perasaannya jika bersama Nunu.

Nini selalu berpikir bahwa ia tidak benar-benar mengenal Nunu karena menurutnya Nunu cuek dan tidak pernah menceritakan apa yang ia pikirkan – terhadap Nini. Nunu selalu berpikir bahwa Nini tidak percaya padanya – mungkin karena kekasih-kekasih Nunu sebelum Nini – padahal mereka sudah ditakdirkan bersama.

Nini bingung untuk menjelaskan pikiran perasaannya kepada Nunu dan hanya berdiam diri dan mencoba ”cuek” juga, siapa tahu Nunu akan memerhatikannya dan mau bercerita, yang menurut Nini adalah terciptanya keterbukaan. Nunu bingung dengan sikap Nini dan malah semakin bungkam karena takut Nini akan menjadi-jadi, lalu kemudian, sekali lagi, memendam pikirannya sendiri dalam-dalam.

Nunu kesal dengan sikap Nini yang ”cuek”-dan selalu mengira Nini marah kalau Nini ”cuek”. Nini kesal dengan sikap Nunu yang menganggapnya tukang marah – padahal toh ”cuek” itu agar Nunu mau membahas masalah di antara mereka. Nunu kesal dengan dirinya sendiri, Nini pun kesal dengan dirinya sendiri.

Nini membuka pembicaraan. Nunu menanggapi pembicaraan. Nunu berusaha untuk terbuka. Nini berusaha tidak ”cuek”. Nunu dan Nini mencapai kesepakatan. Nunu dan Nini berhasil menyelesaikan masalah. Nunu dan Nini bahagia melewatkan waktu bersama.

Tanpa sadar Nunu mengungkit masalah. Tanpa sadar Nini mengungkit masalah. Nunu terdiam, Nini pun terdiam.

Nunu kecewa karena Nini ”cuek”, mengira Nini marah lagi. Nini kecewa karena Nunu diam, pasti Nini dikira marah lagi.

Nunu dan Nini adalah dua sejoli. Nunu dan Nini saling menyayangi. Nunu dan Nini adalah dua insan yang diciptakan satu untuk yang lainnya sehingga mereka saling melengkapi. Nunu dan Nini kecewa dengan cerita ini..

Label:


23.52


Wew, finally I can make it happens, this blog.. (ha ha)

This is my “first” real blog ever, hope that it could last longer than the last one.

Btw, it’s been a week since my arrival from Surabaya, the city where once I stayed in. My last day in Surabaya was spent with visiting The House of Sampoerna (for four years staying there, finally I visited it-on my last day). There’re some pictures taken on my last day in Surabaya, check it out…^^

(check this too ^^ : http://www.flickr.com/photos/helenarway)









Well, it’s a cliché, rite... You don’t know what you’ve got until you’ve lost it...

It really happens to me thought. Back in four-five years ago, it was my first time staying away from my family. I went for college in Surabaya... Many memories there, bitter sweet memories, hehe. At first, it was a nightmare for me, to stay in Surabaya. I guess it was because the shock-culture effect, haha... No offense guys, but y’all got very different language; I couldn’t recognized any single Javanese word you said! ^^

Also the lifestyle and habits were different too! It made me missed Bali so much, hehe...

But after all, still I love and grateful to have stayed there. I have friends there; friends in anytime – hard or fun – escaping classes, doing “just-in-time” homework, late for classes, choosing which classes to take at every beginning of semester, etc etc.. And hey, I even found “the One” there, bwahahaha.. thanks to COP ;p

But the most of all, I learnt how to be a mature adult, not to be selfish and promiscuous in friendship-ness and loving someone... from a friend that I adore so much.

I’ve promised that I will change the way I was.. I’ll never gonna stop trying even though it is very hard to do so... I just wanna show that I really meant it when I said I’ll change. Up till now, still my heart filled with regrets for what I’ve done to friend. If only I could turn back time or have another chance… ;p

Like Mr. Cole said, " The greatest thing you'll ever learn is just to love and be loved in return"... and I misunderstood it..


23.01